Capailah ILmu Sampai Kapanpun dan Di manapun

Archive for the ‘Moral of the story’ Category

Sifat dan AKhlak RASULULLAH (1)

No Comments

Dari buku Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish Shalati Was-Salam

Penulis : Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lain daripada yang alin karena kesempurnaan penciptaan disik dan akhlak beliau, yang tidak cukup hanya digambarkan lewat kata-kata.

Akibatnya, hati pasti akan mengagungkan dan menyanjung beliau, yang tidak pernah diberikan selain dari beliau. Orang-orang yang pernah hidup berdekatan dengan beliau pasti akan mencintai beliau, tidak peduli apapun yang bakal menimpa mereka.

Hal ini terjadi karena memang kesempurnaan diri beliau, yang tidak pernah dimiliki siapapun. Berikut ini akan dipaparkan ringkasan beberapa riwayat tang menjelaskan keindahan dan kesempurnaan fisik beliau, yang tentunya penjelasan ini pun masih sangat terbatas.

1. Keindahan Fisik
Ummu Ma’bad Al-Khuzaiyah pernah berkata tentang diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau dihadapan suaminya, saat beliau lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah,”.

Read the rest of this entry »

Agak Berat Omongan yang ini, Asli Serius.

3 Comments

Banyak hal yang kita lakukan saat ini sampai kadang kita terlupa bahwa itu berkat adanya bantuan oleh Allah swt, kita menganggap setiap apa yang kita lakukan merupakan hasil usaha keras kita sendiri tanpa memikirkan sumber nikmat usaha, kekuatan, dan kemampuan yang kita miliki.

Manusia tidak terlepas dari segala kesalahan, dan syetan tidak akan merasa lelah mengiringi di setiap denyut nadi, hembusan nafas untuk selalu mempengaruhi sehingga kita selalu berbuat salah. Tiap kesalahan yang dilakukan dalam hidup manusia, syetan akan berusaha keras dan berjuang keras untuk membuat kesalahan menjadi hal yang lumrah, hal yang biasa, sehingga manusia akan sulit menentukan mana yang salah dan yang benar.

Jika kita sadar, keberhasilan dan kebahagiaan di setiap apa yang kita lakukan dalam hidup ini walaupun sekecil apapun itu maka tidak terlepas dari rencana Allah swt terhadap hambanya. Read the rest of this entry »

Hal yang terlewat

No Comments

Kemarin seminggu sebelumnya, di pagi hari sekitar pukul 5.30 WIB ketika saya melintasi di daerah simpang 4 MM UGM saya melihat ada ibu-ibu yang sedang tidur didepan toko perempatan sebelah kiri kalo dari kaliurang. Begitu sangat iba saya melihatnya, apalagi ibu tersebut membawa seorang anak laki2 kecil sekitar berumur 2 tahun yang sedang di peluknya kemungkinan untuk menghindari anaknya dari rasa dingin.
Memang akhir-akhir ini Jogja sepertinya sudah memasuki musim kemarau, yang panas siangnya sungguh sangat luar biasa dan apabila matahari telah terbenam membuat malam terasa sangat dingin.

Saya sempat berfikir, Di manakah dinas yang bertugas untuk memikirkan warganya dari kesengsaraan, kemana orang yang mendata orang-orang yang tidak mampu di daerahnya, kemana uang / dana yang didistribusikan untuk warganya yang kurang mampu bahkan tidak mampu sama sekali.
Read the rest of this entry »

Kekuatan Ibadah Asy-Syahid Imam Abu Hanifah

No Comments

Ulama kelahiran tahun 80 Hijriyah ini mempunyai nama asli An-Nu’man bin Zauthi At-Taimi. Tempat kelahirannya di Kufah, salah satu wilayah di Irak.

Anak dari seorang kepala suku di Kufah ini terlanjur dipanggil dengan nama Abu Hanifah. Hal ini karena beliau kerap selalu bersama tinta yang dalam bahasa Irak disebut hanifah.

Kekhasan dari ciri beliau adalah perawakannya yang ideal, tampan, dan begitu ramah dan akrab walau dengan orang yang baru ia kenal. Sang Imam sering mempersilakan masuk kepada orang yang lewat di rumahnya untuk sekadar beramah tamah. Walau tidak membicarakan hal-hal penting, beliau tidak menampakkan kebosanan dengan tamu yang datang.

Ketika sang tamu meminta izin untuk pamit, Imam Abu Hanifah akan memberikan kesan yang akrab. Ia akan mengatakan, “Aku senang Anda bisa bersilaturahim ke rumah saya kapan pun Anda mau.” Read the rest of this entry »

Keteladanan Dari Ahlul Bait Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

No Comments

Sahabat yang mulia Ali ibn Abi Thalib Karramallahu Wajhah hendak melamar Putri Rasulullah yang mulia Fathimah, beliau menjumpai Rasulullah, saat ia akan masuk ke rumah Rasulullah ia merasa malu, Rasulullah memahami apa yang dimaksud oleh Ali, maka beliau berkata: ”Sepertinya kamu menginginkan Fathimah ”

Ali menjawab :” Benar ya Rasulallah”
Rasulullah: ”Apakah kamu membawa sesuatu?”. (maksudnya mahar)
Ali menjawab: ”Demi Allah aku tidak punya apa-apa”.

Ali memang tidak punya apa-apa tapi ia punya iman, tauhid, ia punya Allah yang selalu disembahnya.

Rasulullah berkata:” Mana baju besi huthamiyyah-Mu?”

Maka Ali menyerahkannya dalam kondisi sudah patah-patah yang nilainya tidak sampai 2 dirham, maka Rasul yang mulia menikahkannya dengan mahar itu. Read the rest of this entry »