Capailah ILmu Sampai Kapanpun dan Di manapun

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Sifat dan AKhlak RASULULLAH (1)

No Comments

Dari buku Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish Shalati Was-Salam

Penulis : Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lain daripada yang alin karena kesempurnaan penciptaan disik dan akhlak beliau, yang tidak cukup hanya digambarkan lewat kata-kata.

Akibatnya, hati pasti akan mengagungkan dan menyanjung beliau, yang tidak pernah diberikan selain dari beliau. Orang-orang yang pernah hidup berdekatan dengan beliau pasti akan mencintai beliau, tidak peduli apapun yang bakal menimpa mereka.

Hal ini terjadi karena memang kesempurnaan diri beliau, yang tidak pernah dimiliki siapapun. Berikut ini akan dipaparkan ringkasan beberapa riwayat tang menjelaskan keindahan dan kesempurnaan fisik beliau, yang tentunya penjelasan ini pun masih sangat terbatas.

1. Keindahan Fisik
Ummu Ma’bad Al-Khuzaiyah pernah berkata tentang diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau dihadapan suaminya, saat beliau lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah,”.

Read the rest of this entry »

Waktu-waktu Terkabulnya Do’a

1 Comment

Do’a itu akan dikabulkan jika di dalamnya terkumpul kehadiran hati, konsentrasi secara penuh terhadap apa yang diminta, dan bertepatan dengan salah satu dari enam waktu yang dikabulkannya do’a yaitu :
1. Sepertiga malam terakhir
2. Saat Adzan
3. Antara adzan dan Iqamat
4. Setelah melaksanakan shalat wajib
5. Saat imam naik ke atas mimbar pada hari jum’at, hingga selesainya shalat Jum’at tersebut.
6. Saat-saat terakhir setelah waktu Ashar.

Mukadimmah

No Comments

Terkadang kita harus juga bahkan wajib mengetahui ilmu selain ilmu yang kita bidangi saat ini, yaitu hanya ilmu agama. Kenapa hanya ilmu agama karena menurut saya ilmu agama adalah ilmu yang mencakup semua bidang secara umum, bidang usaha, bidang keuangan, bidang teknologi & science dan masih banyak lagi ilmu lain yang dijelaskan hanya ddengan mempelajari ilmu agama, khususnya ilmu kepribadian, akhlak/akidah.

Untuk postingan saat ini kita lupakan dulu hal yang berbau teknis mengenai teknologi.

Mungkin ada bingung ketika anda ditunjuk untuk membuka pidato atau pembukaan yang bersifat resmi. Berikut ada beberapa pembukaan yang sering juga saya gunakan untuk menyapa pendengar radio muslim (radiomuslim.com).
Semoga membantu nagi yang ingin menggunakannnya. Read the rest of this entry »

Hukum Khitan Dan Disyariatkan Khitan Bagi Wanita

2 Comments

HUKUM KHITAN

Oleh
Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur’ah
Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah.

Yang paling rajih hukum khitan adalah wajib, ini yang ditujukkan oleh dalil-dalil dan mayoritas pendapat ulama. Perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah tsabit terhadap seorang laki-laki yang telah ber-Islam untuk berkhitan. Beliau bersabda kepadanya :

“Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah”. Ini merupakan dalil yang paling kuat atas wajibnya khitan.

Berkata Syaikh Al-Albani dalam ‘Tamamul Minnah hal 69 :

“Adapun hukum khitan maka yang tepat menurut kami adalah wajib dan ini merupakan pendapatnya jumhur seperti Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad dan pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Qayyim. Beliau membawakan 15 sisi pendalilan yang menunjukkan wajibnya khitan. Walaupun satu persatu dari sisi tersebut tidak dapat mengangkat perkara khitan kepada hukum wajib namun tidak diragukan bahwa pengumpulan sisi-sisi tersebut dapat mengangkatnya. Karena tidak cukup tempat untuk menyebutkan semua sisi tersebut maka aku cukupkan dua sisi saja : Read the rest of this entry »

Agar Umur Menjadi Berkah

No Comments

Kisah ini biasanya dikutip untuk menjelaskan semangat humor Rasulullah saw. Namun, dari sisi lain ada hikmah yang dapat kita ambil berkaitan dengan sikap seseorang terhadap umurnya. Sang nenek dalam kisah diatas – sepertinya – tidak peduli apakah dia muda atau tua, karena yang penting dia bisa masuk surga.

Siapa pun memiliki peluang yang sama untuk masuk surga, baik muda maupun tua. Dalam pergaulan sehari-hari kita sering menjumpai orang-orang muda yang enggan bicara akhirat karena menurut mereka ituurusan nanti kalau sudah tua. Padahal bukankah kematian bisa datang kapan saja ? Dan sebaliknya, ada banyak orang tua yang belum tergerak hatinya untuk memikirkan nasibnya di akhirat. Padahal, boleh jadi Allah swt panjangkan umurnya untuk memberi kesempatan agar kembali kepada-Nya. Banyak orang keliru dalam memandang umurnya. “Ada dua nikmat – kata Rasulullah saw – yang membuat banyak orang tertipu karenanya yaitu kesehatan dan waktu yang luang”

(1) Waktu yang luang itu adalah umur yang menjadi kesempatan untuk beramal soleh. Orang yang tidak menggunakan kesempatan tersebut sampai tiba kematian berarti dia tertipu dengan umurnya. Apakah Umur Bertambah atau Berkurang ? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, menarik kita simak ilustrasi yang dibuat oleh Amir Muhammad Al Madri, penulis buku “Tsalatsuna Amalan Yuthil al-’Umur” (Tiga puluh amal yang memperpanjang umur) sebagai berikut :

Seseorang berumur 60 tahun. 20 tahun digunakannya untuk tidur dengan asumsi rata-ratatidurnya 8 jam sehari. Dipotong masa menjelang baligh biasanya 15 tahun dan waktu yang digunakan untuk makan, minum, aktifitas lainnya selama 5 tahun. Maka, secara efektif, minus usia baligh, waktu tidur, makan minum dan lain-lain, umurnya yang tersisa untuk beramal sebenarnya selama 20 tahun saja. Jadi, dari 24 jam yang tersedia hanya sekitar 30 persen saja waktu efektif kita untuk beramal. Bahkan, jika seluruh usia 60 tahun itu digunakannya untuk beramal sekalipun, maka itu sebenarnya hanya baru tiga menit untuk ukuran akhirat, karena satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. Seseorang berumur 60 tahun. Jika setiap hari rata-rata satu jam waktunya hilang tanpa amal maka telah sia-sia umurnya selama 3 tahun. Kalau 2 jam maka hilang 6 tahun. Demikian seterusnya setiap kehilangan satu jam tanpa amal. Bayangkan, jika didalam waktu yang terbuang itu dia melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah sia-sia kehidupannya. Seseorang berumur 70 tahun. Jika 2 jam setiap hari digunakannya untuk beramal, misalnya 1 jam untuk shalat lima waktu dan 1 jam lagi untuk amal soleh lainnya, maka waktupotensial untuk beramal tinggal 22 jam perhari, sama dengan 64 tahun. Hal ini berarti, 2 jam per hari yang terpakai untuk beramal selama 70 tahun, itu hanya terhitung selama 6 tahun saja ! Read the rest of this entry »